Tentang Kami
TERMAHAR
Sebuah Badik Luwu karya pandai besi dari Desa Babang, menampilkan karakter bilah yang kuat baik dari sisi teknik maupun tampilan pamornya. Bilah ini menggunakan teknik sambang dengan konstruksi baja gantung, salah satu teknik yang dikenal membutuhkan ketelitian tinggi dalam proses pembuatannya.
Pamor yang tampil pada bilah adalah Leko Ase, dengan susunan yang sangat rapat dan padat. Di antara guratan pamornya tampak banyak ure' tuo yang berkembang berlembar-lembar, menghadirkan kedalaman visual yang menarik untuk diamati. Semakin lama diperhatikan, semakin banyak detail yang dapat ditemukan pada permukaan bilah, menjadikannya salah satu karakter yang cukup dicari oleh penikmat bilah Luwu.
Bilah ini kami peroleh melalui proses kurasi sebelum akhirnya dihadirkan kembali sebagai bagian dari Koleksi Galeri HSP. Dipilih karena kualitas bilah, karakter pamor yang menonjol, serta perpaduan bentuk dan material yang tetap terasa proporsional dan nyaman dipandang.
Bilah
• Panjang bilah ± 20,4 cm
• Pamor Leko Ase
• Bahan Luwu mix bunga garam
• Menggunakan teknik sambang dengan konstruksi baja gantung
• Memiliki banyak ure' tuo berlapis pada susunan pamornya
Pakaian
• Gagang kayu kemuning
• Sarung kayu cendra nabari barik berbayang
• Kalasa (sumpa') dari logam koin ukir
• Dilengkapi dua ring kawat logam pada sarung
Badik ini kami hadirkan sebagai bagian dari Koleksi Galeri HSP, menonjolkan kualitas bilah hasil kurasi, karakter pamor yang matang, serta tampilan yang elegan tanpa kesan berlebihan. Sebuah koleksi yang layak dipertimbangkan bagi penikmat pusaka yang menghargai teknik tempa tradisional, karakter material, dan keunikan yang tidak selalu mudah dijumpai.