Badik Pangkep (Cina’ga) Orisinil

Rp 2.000.000

Badik Pangkep ini merupakan salah satu pusaka tua dengan bentuk yang cukup khas dan menarik untuk diamati. Badik ini termasuk jenis yang tidak banyak beredar dan relatif kurang dikenal oleh masyarakat awam. Penyebutannya biasa dikenal sebagai Badik Cina’ga, salah satu jenis badik khas Pangkep yang keberadaannya tidak sebanyak beberapa bentuk badik Maros-Pangkep lainnya.

Secara bentuk, badik ini memiliki karakter yang cukup unik. Sekilas terdapat beberapa bagian yang dapat mengingatkan pada model Mangapa’ maupun Campagayya, tetapi apabila diperhatikan lebih saksama, terdapat perbedaan pada keseluruhan bentuk dan karakter bilahnya. Perbedaan tersebut menjadi salah satu hal yang menarik dari badik Cinaga ini.

Bilah memiliki panjang sekitar 18,3 cm, dengan lebar pada bagian perut sekitar 2,5 cm. Ukuran perut yang relatif ramping memberikan siluet yang berbeda dibandingkan beberapa badik Maros-Pangkep lain yang memiliki karakter perut lebih lebar.

Pada permukaan bilah terdapat beberapa karakter pamor yang berpadu. Di sisi kanan dan kiri terlihat sejumlah bidang atau gumpalan pamor, disertai beberapa garis yang menyerupai karakter Leko Ase. Unsur bunga garam juga terlihat cukup dominan pada permukaan bilah, berpadu dengan beberapa spot kecil berwarna abu-abu.

Salah satu detail yang paling menarik terdapat pada uleng puleng atau bulang-bulang yang muncul pada kedua sisi bilah. Bulang-bulang tersebut terlihat cukup jelas dan memiliki bidang yang lebih timbul dibandingkan bagian lain pada permukaan bilah. Keberadaannya memberikan aksen tersendiri sekaligus menambah karakter pada keseluruhan pamor.

Untuk bagian pakaian, diperkirakan masih merupakan bawaan original. Gagang kemungkinan menggunakan kayu kopi-kopi atau Santigi, meskipun jenis kayunya belum dapat dipastikan secara mutlak. Sarung menggunakan kayu Campaga Merah, sedangkan bagian kalasa’ (sumpa’) menggunakan bahan logam.

Sebagai sebuah pusaka tua, daya tarik badik ini bukan hanya terletak pada bentuknya, tetapi juga pada karakter yang muncul secara alami dari keseluruhan bilah dan pakaian yang masih mempertahankan kesan lama. Keberadaan pamor dengan beberapa karakter yang berbeda, ditambah bulang-bulang yang cukup menonjol pada kedua sisi, membuat bilah ini memiliki detail yang menarik untuk diamati lebih dekat.

Badik Cinaga juga menjadi salah satu contoh bagaimana keberagaman bentuk badik Maros-Pangkep tidak selalu mudah dikenali hanya dari pandangan sekilas. Beberapa model dapat memiliki kemiripan visual, tetapi ketika diamati melalui bentuk bilah, proporsi, pamor, dan detail lainnya, masing-masing dapat memperlihatkan karakter yang berbeda.

Spesifikasi Karya

Bilah

  • Jenis: Badik Pangkep Tua
  • Model: Cinaga
  • Kondisi: Pusaka tua, diperkirakan masih mempertahankan karakter lama
  • Panjang bilah ± 18,3 cm
  • Lebar perut ± 2,5 cm
  • Karakter pamor: gumpalan, garis menyerupai Leko Ase, dominan bunga garam, serta beberapa spot abu-abu
  • Memiliki uleng puleng / bulang-bulang pada kedua sisi bilah

Pakaian

  • Gagang: diperkirakan kayu kopi-kopi atau Santigi
  • Sarung: kayu Campaga Merah
  • Kalasa’ (sumpa’): logam
  • Diperkirakan masih menggunakan pakaian bawaan original

Badik Pangkep Cinaga ini kami hadirkan sebagai salah satu koleksi spesial, terutama karena jenisnya relatif jarang beredar dan tidak terlalu familiar di kalangan masyarakat umum. Karakter bentuknya yang khas, pamor dengan beberapa lapisan karakter, serta keberadaan bulang-bulang pada kedua sisi bilah menjadikan pusaka ini memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmat dan kolektor pusaka Sulawesi.

Apabila Anda ingin mengetahui ketersediaan karya ini atau berkonsultasi mengenai pemaharan, silakan menghubungi kami melalui WhatsApp.